Situasi Kondusif, Bantul Tempuh Penyelesaian Damai Terkait Aktivitas Ibadah Jemaat GMS
BANTUL — Pemerintah Kabupaten Bantul bersama aparat keamanan memastikan situasi di wilayah Glugo, Panggungharjo, Sewon, tetap aman dan terkendali pasca munculnya dinamika terkait kegiatan ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS), Minggu (24/5).
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman video keramaian di lokasi beredar luas di media sosial. Dalam tayangan itu terlihat aparat kepolisian berjaga di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gesekan antarwarga.
Pemkab Bantul menegaskan bahwa langkah penanganan dilakukan dengan pendekatan dialog dan musyawarah untuk menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Kesbangpol Bantul, Yulius Suharta, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan langkah antisipatif sebelum kegiatan berlangsung dengan membangun komunikasi bersama unsur wilayah, tokoh masyarakat, dan pihak terkait lainnya.
Menurut dia, persoalan yang berkembang berkaitan dengan pemanfaatan bangunan yang digunakan sebagai tempat kegiatan ibadah serta proses administrasi yang masih dalam tahap pencermatan.
“Kami fokus menjaga situasi tetap kondusif dan memastikan penyelesaian dilakukan melalui komunikasi yang baik,” ujar Yulius, Senin (25/5).
Ia menjelaskan, jemaat GMS sebelumnya melaksanakan ibadah di sejumlah lokasi berbeda sebelum akhirnya menyewa bangunan di kawasan Ring Road Selatan Bantul sebagai tempat kegiatan baru.
Namun penggunaan lokasi tersebut memunculkan respons dari sebagian masyarakat yang meminta adanya penyesuaian administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski sempat terjadi ketegangan verbal di lokasi, aparat kepolisian bersama pemerintah daerah bergerak cepat melakukan pengamanan dan mediasi sehingga situasi dapat dikendalikan tanpa menimbulkan kerusuhan lebih luas.
Sejumlah tokoh masyarakat di Bantul turut mengimbau warga agar tidak mudah terpengaruh informasi provokatif di media sosial serta tetap menjaga semangat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama.
Pemerintah daerah memastikan koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan guna mencari solusi yang dapat diterima seluruh pihak dengan tetap menghormati aturan hukum dan menjaga kerukunan masyarakat.

