Propam Rampungkan Pemeriksaan Kasus Motor Sitaan di Bangkalan, Fokus pada Pembenahan Administrasi
Bangkalan – Pemeriksaan internal terkait pengelolaan puluhan sepeda motor hasil penindakan balap liar di wilayah hukum Polsek Blega, Kabupaten Bangkalan, telah mencapai kesimpulan. Hasil investigasi yang dilakukan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Timur menyebut adanya ketidaksesuaian dalam administrasi pencatatan barang bukti.
Temuan tersebut menjadi dasar pemberian sanksi disiplin kepada personel yang dinilai lalai dalam menjalankan prosedur administrasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan disiplin sekaligus evaluasi internal di lingkungan kepolisian.
PLH Kasi Propam Polres Bangkalan, Rezaki, membenarkan bahwa laporan hasil pemeriksaan telah diterima oleh Polres Bangkalan. Menurutnya, proses penyelidikan tidak menemukan unsur pidana, melainkan kesalahan yang berkaitan dengan tata kelola administrasi barang bukti.
“Pemeriksaan dari Propam Polda Jatim sudah selesai. Hasilnya mengarah pada kesalahan administrasi dan yang bersangkutan telah menjalani sanksi disiplin sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa seluruh kendaraan sitaan pada prinsipnya harus melalui prosedur yang jelas sebelum dapat dikeluarkan. Kelengkapan dokumen menjadi syarat utama yang wajib dipenuhi oleh pemilik kendaraan.
Kasus ini sebelumnya menarik perhatian masyarakat setelah muncul informasi mengenai puluhan kendaraan sitaan yang diduga tidak terdata secara optimal. Kondisi tersebut memicu berbagai pertanyaan mengenai sistem pencatatan dan pengawasan barang bukti di tingkat kepolisian sektor.
Meski hasil pemeriksaan internal telah diumumkan, sejumlah pihak menilai perlunya penguatan sistem pengelolaan barang bukti agar seluruh proses dapat berjalan lebih transparan dan terdokumentasi dengan baik. Pengawasan yang ketat dinilai penting untuk menjaga akuntabilitas serta mencegah terjadinya persoalan serupa di kemudian hari.
Sementara itu, hingga saat ini pihak kepolisian masih membuka ruang bagi klarifikasi dan penyampaian informasi tambahan dari unit-unit terkait guna memberikan gambaran yang lebih utuh kepada masyarakat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa selain keberhasilan penindakan pelanggaran hukum, aspek administrasi dan pengelolaan barang bukti juga merupakan bagian penting dalam menjaga profesionalisme serta kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

