Dari Bekasi untuk Dunia: Dua Siswa Tembus Kompetisi Internasional, Pemkot Dorong Peta Jalan Talenta Muda
KOTA BEKASI — Dua pelajar Kota Bekasi mencatatkan capaian internasional pada 2026 di dua bidang berbeda, akademik dan seni pertunjukan. Pemerintah Kota Bekasi memandang keberhasilan ini sebagai pijakan untuk menyusun peta jalan pembinaan talenta muda yang lebih terstruktur.
M Khalifah Azka A, siswa SD Negeri Jatiasih, meraih medali pada Olimpiade Matematika di Thailand. Sementara itu, Rhanie Aurelie dari SMP Global Persada School menyabet medali pada ajang Performance Art Festival di Hongkong.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menilai prestasi tersebut menunjukkan kesiapan pelajar Bekasi berkompetisi lintas negara.
“Capaian ini menegaskan bahwa dengan pembinaan yang konsisten, anak-anak kita mampu bersaing di panggung global. Tugas kita adalah memastikan prosesnya berkelanjutan,” ujarnya, Senin (2/3).
Peta Jalan Pembinaan
Pemkot berencana memperkuat identifikasi bakat sejak dini melalui kolaborasi sekolah, orang tua, dan komunitas. Skema yang disiapkan mencakup pemetaan minat, pendampingan intensif, serta akses kompetisi berjenjang dari tingkat lokal hingga internasional.
Menurut Harris, keberagaman minat harus direspons dengan fasilitas yang setara. “Ada yang unggul di sains, ada yang di seni. Keduanya sama pentingnya dan perlu ruang tumbuh,” katanya.
Dampak dan Harapan
Prestasi di Thailand dan Hongkong diharapkan memicu semangat pelajar lain untuk meningkatkan kualitas diri. Pemerintah juga menekankan pentingnya pembentukan karakter—disiplin, kerja keras, dan percaya diri—sebagai fondasi menghadapi kompetisi global.
Dengan momentum ini, Kota Bekasi menargetkan lahirnya lebih banyak talenta muda yang tidak hanya meraih medali, tetapi juga membawa nama daerah di berbagai forum internasional.
Jurnalis: Romo Kefas
