Di Antara Doa dan Tabur Bunga, Polres Tangsel Kirim Pesan: Jasa Bhayangkara Tak Pernah Dilupakan
TANGERANG SELATAN – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Tangerang Selatan memilih memulai rangkaian peringatan dengan sebuah penghormatan yang sarat makna. Bukan di ruang upacara ataupun panggung seremoni, tetapi di sebuah area pemakaman yang menyimpan kisah pengabdian seorang anggota Polri yang telah gugur dalam menjalankan tugas.
Senin (22/6/2026), jajaran Polres Tangerang Selatan menggelar ziarah dan tabur bunga di Makam Wakaf Kampung Sawah, Ciputat, tempat Almarhum Aipda Ahmad Maulana Endang dimakamkan. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo, S.H., S.I.K., M.H., bersama para pejabat utama, anggota Polres Tangerang Selatan, Kapolsek Ciputat Timur, serta Bhayangkari Cabang Tangerang Selatan.
Di tengah suasana yang tenang, doa-doa dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan kepada sosok Bhayangkara yang telah mengabdikan dirinya untuk bangsa dan negara. Taburan bunga yang menghiasi pusara almarhum menjadi simbol bahwa jasa dan pengorbanannya tetap hidup dalam ingatan institusi maupun rekan-rekan sejawat.
Bagi Polri, mengenang anggota yang gugur bukan hanya bagian dari tradisi menjelang Hari Bhayangkara. Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap tugas yang dijalankan hari ini memiliki sejarah panjang yang dibangun oleh dedikasi para anggota terdahulu.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo mengatakan bahwa semangat pengabdian para anggota yang telah mendahului harus menjadi inspirasi bagi seluruh personel yang masih aktif bertugas.
“Setiap anggota Polri yang mengabdikan dirinya untuk masyarakat meninggalkan jejak perjuangan yang patut dihormati. Pengorbanan mereka menjadi bagian penting dalam perjalanan institusi dan harus terus dikenang oleh generasi penerus,” ungkapnya.
Selain melaksanakan ziarah dan tabur bunga, Polres Tangerang Selatan juga memberikan tali asih kepada keluarga Almarhum Aipda Ahmad Maulana Endang. Langkah tersebut menjadi wujud nyata kepedulian institusi terhadap keluarga anggota yang telah memberikan pengabdian terbaiknya kepada negara.
Momentum tersebut juga memperlihatkan bahwa hubungan antara institusi Polri dan keluarga besar anggotanya tidak berhenti ketika masa tugas berakhir. Nilai kebersamaan dan solidaritas tetap dijaga sebagai bagian dari budaya organisasi yang terus dipelihara.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini menjadi refleksi bahwa tugas kepolisian tidak hanya diukur dari keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dari kemampuan menjaga nilai-nilai pengabdian, penghormatan, dan kemanusiaan yang menjadi fondasi institusi.
Melalui kegiatan ziarah tersebut, Polres Tangerang Selatan ingin menegaskan bahwa penghormatan kepada para Bhayangkara yang telah gugur bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, penghormatan tersebut diwujudkan dengan meneruskan semangat pengabdian mereka melalui pelayanan yang profesional, humanis, dan berintegritas kepada masyarakat.
Di balik setiap bunga yang ditaburkan dan doa yang dipanjatkan, tersimpan pesan sederhana namun mendalam: pengabdian sejati tidak pernah berakhir, dan jasa para Bhayangkara akan selalu menjadi bagian dari sejarah yang terus hidup dalam perjalanan Polri.
Jurnalis: Romo Kefas

