Dari Kota Bogor, Doa Bergema untuk Bangsa: JDP Ajak Umat Menjadi Pembawa Pemulihan
BOGOR, 26 Juni 2026 – Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, mulai dari persoalan ekonomi, hubungan keluarga, hingga dinamika sosial, Jaringan Doa Para Pendoa (JDP) Kota Bogor menggelar ibadah doa sebagai bentuk komitmen memperkuat kehidupan rohani dan mempererat persaudaraan antargereja.
Ibadah yang dimulai pukul 18.30 WIB tersebut berlangsung di GPIAI Jemaat Filadelfia, Perumahan Graha Indah, Jalan Cendana I Blok BD No. 6–7, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat. Mengangkat tema “Dipulihkan untuk Masa Depan yang Mulia” yang diambil dari Mazmur 147:3, kegiatan ini menghadirkan suasana ibadah yang dipenuhi pujian, penyembahan, doa syafaat, serta pemberitaan firman Tuhan.
Firman Tuhan disampaikan oleh Ps. Mecky Lepian, yang mengajak jemaat melihat pemulihan sebagai perjalanan iman yang membentuk kehidupan, bukan sekadar jalan keluar dari persoalan. Menurutnya, Tuhan bekerja memulihkan hati, membangun kembali pengharapan, dan menyiapkan umat-Nya menjadi saksi kasih di tengah dunia.
Berbeda dari sekadar pertemuan doa biasa, ibadah JDP Kota Bogor menjadi ruang kebersamaan bagi para pendeta, pelayan gereja, dan jemaat dari berbagai denominasi untuk menyatukan hati dalam doa bagi Kota Bogor, para pemimpin, serta masa depan Indonesia. Kebersamaan itu menjadi pesan bahwa persatuan dalam Kristus tetap menjadi kekuatan gereja dalam menghadapi perubahan zaman.
Di sela-sela ibadah yang masih berlangsung, Tim Media mewawancarai Gembala Sidang GPIAI Jemaat Filadelfia, Pdt. Dr. Leo Fransisco, M.Pd. Ia menegaskan bahwa gereja harus hadir menjawab kebutuhan zaman, bukan hanya melalui pemberitaan firman, tetapi juga melalui kehidupan yang menjadi teladan.
“Banyak orang sedang mencari harapan di tengah berbagai persoalan hidup. Gereja harus mampu menjadi tempat di mana mereka menemukan kasih Tuhan, menerima penguatan, dan dipersiapkan untuk bangkit kembali. Pemulihan yang Tuhan kerjakan harus menghasilkan perubahan karakter sehingga setiap orang percaya dapat menjadi berkat bagi keluarga, lingkungan, dan bangsa,” ungkap Pdt. Dr. Leo Fransisco, M.Pd. kepada Tim Media.
Ia menambahkan bahwa doa memiliki kekuatan untuk membangun persatuan, menumbuhkan kepedulian, dan memperkuat semangat melayani. Karena itu, ia berharap kegiatan seperti JDP terus menjadi bagian dari gerakan rohani yang membawa dampak nyata bagi Kota Bogor.
Hingga berita ini diterbitkan, rangkaian ibadah masih berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Jemaat tampak mengikuti setiap sesi dengan antusias, mulai dari pujian dan penyembahan hingga doa syafaat yang dipanjatkan bagi gereja, bangsa, dan masyarakat.
Melalui tema “Dipulihkan untuk Masa Depan yang Mulia”, JDP Kota Bogor mengajak umat Kristen untuk tidak hanya mengalami pemulihan secara pribadi, tetapi juga menjadi agen pemulihan di tengah kehidupan sosial. Sebab, ketika hati dipulihkan oleh Tuhan, akan lahir tindakan nyata yang membawa damai, pengharapan, dan perubahan bagi sesama.
Jurnalis: Atma Nurjati
Editor: Tim Redaksi

