Pemuda Pelopor NU Usulkan KH Said Aqil Siradj, Nusron Wahid, dan Budi Kasan Besari Pimpin PBNU
Jakarta – Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Agustus 2026, Pemuda Pelopor Nahdlatul Ulama (PPNU) mengusulkan sejumlah nama yang dinilai layak mengemban amanah dalam kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode mendatang.
Ketua Umum PPNU, Doni Ardon, menyampaikan bahwa organisasinya mengusulkan Prof. Dr. KH Said Aqil Siradj, M.A. sebagai Rais ‘Aam, Nusron Wahid, S.S., M.Si. sebagai Ketua Umum Tanfidziyah, serta Dr. Budi Kasan Besari Adinagoro, S.H., M.H. sebagai Sekretaris Jenderal PBNU.
Menurut Doni, formulasi kepemimpinan tersebut diharapkan mampu memadukan otoritas keulamaan, pengalaman organisasi serta kemampuan manajerial untuk menghadapi dinamika bangsa dan tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Ketiga tokoh tersebut memiliki rekam jejak, kapasitas dan pengalaman yang saling melengkapi untuk membawa Nahdlatul Ulama semakin maju, adaptif dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah,” ujar Doni.
Ia menjelaskan, KH Said Aqil Siradj merupakan salah satu ulama senior NU yang memiliki pengalaman panjang dalam memimpin organisasi” Selama menjabat sebagai Ketua Umum PBNU periode 2010–2021, Said Aqil dinilai berhasil memperkuat posisi NU di tingkat nasional maupun internasional.
Doni juga mengingatkan bahwa kepemimpinan PBNU saat ini berada di bawah KH Yahya Cholil Staquf hasil Muktamar ke-34. Sementara itu, pada Mei 2026 KH Said Aqil Siradj telah menyatakan tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU.
Karena itu, PPNU menilai posisi Rais ‘Aam menjadi ruang yang tepat bagi beliau untuk terus memberikan bimbingan keilmuan dan arah strategis bagi organisasi.
Untuk posisi Ketua Umum.
Adapun Tanfidziyah, PPNU mengusulkan Nusron Wahid dan menurut Doni, mantan Ketua Umum GP Ansor tersebut memiliki pengalaman kepemimpinan, kemampuan komunikasi serta kapasitas organisasi yang mumpuni untuk menjalankan roda organisasi dan mengimplementasikan berbagai keputusan yang ditetapkan oleh Syuriyah.
Sementara itu, Dr. Budi Kasan Besari Adinagoro dinilai layak mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal PBNU, dimana Doni menyebut Budi memiliki pengalaman panjang di lingkungan badan otonom dan lembaga NU, termasuk pernah menjabat sebagai Ketua Umum Induk Koperasi Syirkah Muawanah Nahdlatul Ulama (Inkopsim NU) dan selain itu, Budi juga aktif dalam pembinaan kader melalui Pemuda Pelopor NU.
“Pengalaman organisasi, kemampuan manajerial, serta komitmen beliau dalam membangun kaderisasi menjadi modal penting untuk memperkuat tata kelola organisasi PBNU ke depan,” tutur Doni.
PPNU berharap usulan tersebut dapat menjadi salah satu masukan bagi para peserta Muktamar NU ke-35 dalam menentukan kepemimpinan PBNU yang mampu menjaga marwah organisasi, memperkuat persatuan warga Nahdliyin serta menjawab tantangan kebangsaan dan perkembangan global” Jelasnya.

