ππππππππ πππππππ: Bukan Perpisahan, Melainkan Penobatan Sang Raja di Atas Segala Raja
βTidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.β
β Yohanes 3:13
Di tengah dunia yang sibuk mengejar kekuasaan, popularitas, dan pengakuan manusia, ada satu peristiwa ilahi yang sering dipahami hanya sebagai tradisi tahunan gereja: Kenaikan Yesus Kristus ke sorga.
Padahal sesungguhnya, kenaikan Kristus bukan sekadar penutupan pelayanan-Nya di bumi.
Kenaikan Kristus adalah deklarasi kemenangan surgawi.
Sebuah penobatan kekal bahwa Yesus adalah Tuhan yang hidup dan berkuasa untuk selama-lamanya.
Banyak orang mengenal salib sebagai lambang kekristenan.
Banyak pula yang memahami kebangkitan sebagai kemenangan atas maut.
Namun sedikit yang benar-benar menyadari bahwa kenaikan Yesus ke sorga adalah penggenapan karya keselamatan dan awal pemerintahan Kristus sebagai Raja atas segala raja.
Kenaikan-Nya bukan berarti Yesus meninggalkan manusia.
Sebaliknya, kenaikan-Nya menegaskan bahwa karya penebusan telah sempurna.
Kristus datang dari sorga untuk menyelamatkan manusia berdosa.
Ia lahir dalam kesederhanaan, berjalan di tengah penderitaan manusia, memikul dosa dunia di kayu salib, bangkit mengalahkan maut, lalu naik ke sorga dalam kemuliaan.
Tidak ada tokoh agama mana pun yang mampu melakukan hal itu.
Karena Yesus bukan sekadar manusia biasa.
Ia adalah Firman yang menjadi manusia.
Ia adalah Anak Allah yang hidup.
Kenaikan-Nya membuktikan bahwa salib bukan kekalahan, melainkan jalan menuju kemenangan kekal.
Ketika Yesus naik ke sorga, Ia tidak kehilangan kuasa-Nya atas dunia.
Justru dari situlah Ia memerintah dengan kemuliaan bersama Allah Bapa.
Alkitab berkata:
βKepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.β
β Matius 28:18
Artinya, orang percaya tidak sedang mengikuti Tuhan yang kalah.
Kita percaya kepada Raja yang hidup, yang berdaulat atas sejarah, kehidupan, bahkan atas maut itu sendiri.
Inilah inti iman Kristen yang sejati.
Karena jika Kristus tidak bangkit dan tidak naik dalam kemuliaan, maka sia-sialah iman percaya kita.
Tetapi puji Tuhan, kubur itu kosong.
Dan sorga menerima Sang Raja dalam kemuliaan-Nya.
Kenaikan Kristus juga mengandung pengharapan besar bagi umat percaya.
Ketika manusia jatuh dalam dosa, hubungan manusia dengan Allah menjadi rusak.
Dosa menciptakan jurang antara manusia dengan kekudusan Allah.
Namun melalui pengorbanan Kristus, manusia diperdamaikan kembali dengan Bapa.
Yesus menjadi pengantara yang membuka jalan keselamatan.
Karena itu kekristenan bukan tentang usaha manusia mencari Tuhan, melainkan tentang kasih Tuhan yang datang mencari manusia.
Inilah kasih karunia.
Keselamatan bukan hasil kebaikan manusia, bukan karena jabatan rohani, bukan pula karena ritual keagamaan semata.
Keselamatan adalah anugerah Allah melalui iman kepada Yesus Kristus.
Dan setelah Kristus naik ke sorga, Ia tidak meninggalkan gereja-Nya berjalan sendirian.
Ia mengaruniakan Roh Kudus.
Roh Kudus bukan sekadar simbol emosi rohani atau pengalaman sesaat.
Roh Kudus adalah pribadi Allah yang bekerja dalam hidup orang percaya.
Roh Kudus menghibur, menegur, menguatkan, dan memimpin umat Tuhan hidup dalam kebenaran.
Di tengah dunia modern yang penuh kompromi moral, Roh Kudus memampukan orang percaya tetap hidup kudus.
Di tengah kebencian, Roh Kudus mengajarkan kasih.
Di tengah ketakutan, Roh Kudus memberi keberanian untuk bersaksi.
Karena itulah Yesus berkata:
βTetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku.β
β Kisah Para Rasul 1:8
Menjadi saksi Kristus bukan hanya berkhotbah di mimbar.
Menjadi saksi Kristus berarti menghadirkan karakter Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika dunia penuh kebohongan, orang percaya dipanggil hidup dalam kejujuran.
Ketika dunia dipenuhi kebencian, orang percaya dipanggil menghadirkan kasih.
Ketika manusia saling menjatuhkan, gereja dipanggil menjadi terang dan membawa damai.
Hari ini banyak orang mengenal agama, tetapi kehilangan hubungan pribadi dengan Tuhan.
Banyak yang aktif dalam aktivitas rohani, tetapi hatinya jauh dari kasih Kristus.
Kenaikan Tuhan Yesus seharusnya mengingatkan gereja bahwa iman Kristen bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan kehidupan yang terus berjalan bersama Tuhan yang hidup.
Kristus yang naik ke sorga juga berjanji akan datang kembali.
Dan ketika hari itu tiba, bukan kekayaan atau popularitas yang menyelamatkan manusia, melainkan apakah ia sungguh hidup di dalam Kristus.
Karena itu jangan hanya menjadi orang Kristen di kartu identitas.
Jangan hanya mengenal Yesus lewat kata-kata orang lain.
Kenallah Dia secara pribadi.
Hiduplah di dalam kebenaran-Nya.
Dan jadilah saksi kasih-Nya di tengah dunia yang sedang kehilangan arah.
Sebab Yesus yang terangkat ke sorga itu adalah Tuhan yang sama yang tetap bekerja, menyertai, dan memegang hidup umat-Nya sampai hari ini.
Dan kepada-Nya segala kemuliaan sampai selama-lamanya.
Haleluya, Kristus telah naik dalam kemuliaan, dan Dia tetap Tuhan untuk selamanya.
β Kefas Hervin Devananda (Romo Kefas)

