Kasus Ledakan Racikan di Cilegon Berlanjut ke Polisi, Keluarga Korban Soroti Minimnya Tanggung Jawab
CILEGON — Peristiwa ledakan racikan berbahaya yang melukai seorang remaja di Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, kini berujung pada laporan kepolisian setelah upaya penyelesaian secara kekeluargaan tidak mencapai hasil yang diharapkan keluarga korban.
Insiden yang terjadi pada Minggu (24/5/2026) sore itu menyisakan luka serius bagi seorang anak berinisial ME (14). Korban mengalami luka bakar setelah diduga terkena ledakan dari racikan menyerupai molotov yang dibuat bersama beberapa rekannya.
Awalnya, peristiwa tersebut disebut hanya berawal dari aktivitas anak-anak yang dianggap sekadar permainan. Namun ledakan yang terjadi membuktikan bahwa aktivitas tersebut memiliki risiko besar dan membahayakan keselamatan.
Korban kini masih menjalani proses pemulihan medis akibat luka bakar yang dideritanya. Di tengah kondisi itu, keluarga korban juga harus menghadapi persoalan biaya pengobatan yang tidak sedikit.
Harapan keluarga untuk menyelesaikan persoalan secara damai sempat dibuka melalui mediasi yang difasilitasi pihak lingkungan bersama aparat setempat pada Selasa (26/5/2026). Pertemuan tersebut menghadirkan keluarga korban dan para orang tua anak-anak yang diduga ikut terlibat dalam peristiwa itu.
Namun mediasi yang berlangsung selama beberapa jam berjalan tanpa kesepakatan yang jelas. Keluarga korban merasa belum ada langkah konkret yang menunjukkan tanggung jawab bersama terhadap kondisi korban yang masih membutuhkan penanganan medis.
Ayah korban, Asep, akhirnya memilih melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian agar ada kepastian penanganan hukum atas kejadian yang menimpa anaknya.
“Kami hanya ingin ada kepedulian dan tanggung jawab atas musibah yang dialami anak kami,” ujarnya.
Kasus tersebut kini menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan anak-anak di bawah umur dan penggunaan benda berbahaya yang berpotensi memicu ledakan serius.
Sejumlah warga mengaku prihatin karena aktivitas yang awalnya dianggap permainan justru berubah menjadi peristiwa yang membahayakan nyawa. Mereka menilai pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di lingkungan masyarakat masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.
Selain itu, kasus ini juga memunculkan sorotan terhadap pentingnya edukasi keselamatan bagi anak-anak dan perlunya peran keluarga dalam mengawasi pergaulan serta aktivitas sehari-hari.
Pengamat sosial menilai kejadian seperti ini seharusnya menjadi pelajaran bersama bahwa pembinaan anak tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah atau lingkungan, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat.
Sementara itu, keluarga korban berharap proses hukum dapat berjalan secara profesional dan memberikan kepastian terhadap kasus yang menyebabkan anak mereka mengalami luka serius.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan laporan maupun status hukum dalam penanganan kasus tersebut.
Jurnalis : Romo Kefas
Editor : Tim Redaksi

