Oleh Kefas Hervin Devananda (Romo Kefas)
Sejak Mama dipanggil Tuhan pada 10 Januari 2023, hidup kami memang tidak lagi sama.
Ada ruang yang kosong.
Ada suara yang hilang.
Ada pelukan yang tak lagi bisa kami rasakan.
Namun ada satu hal yang justru semakin jelas terasa—doa Mama.
Dulu, setiap kali Mama berdoa, kami selalu mendengar nama kami disebut satu per satu. Tidak pernah dilewatkan. Tidak pernah disingkat menjadi “anak-anakku.” Ia menyebut nama kami dengan penuh kesungguhan, seolah-olah setiap nama itu dititipkan langsung ke tangan Tuhan.
Saat itu kami menganggapnya hal biasa. Kami tidak sadar bahwa itulah benteng yang melindungi kami.
Kini, setelah Mama tidak lagi bersama kami, kami baru mengerti—doa itu adalah perlindungan yang tak terlihat. Ia mungkin tidak bisa menyelesaikan semua masalah kami, tetapi ia menyerahkan kami kepada Tuhan dengan setia.
Dan setiap kali hidup terasa berat, ada ketenangan yang sulit dijelaskan. Seolah-olah doa-doa itu masih bekerja. Seolah-olah suara Mama yang menyebut nama kami masih bergema di hadapan Surga.
Kami tujuh bersaudara kini berdiri tanpa payung yang dulu menaungi kami. Tetapi kami tidak berdiri tanpa fondasi. Fondasi itu adalah doa Mama.
Sekarang, ketika kami berdoa untuk anak-anak kami, kami mulai menyebut nama mereka satu per satu—persis seperti yang Mama lakukan. Dan di situlah kami sadar: warisan Mama bukanlah benda, melainkan iman yang diteruskan.
Kami rindu.
Rindu mendengar suara itu lagi.
Rindu cara Mama memanggil nama kami dalam doa yang sederhana tetapi penuh kuasa.
Namun di tengah rindu itu, ada penghiburan: kami pernah memiliki seorang ibu yang tidak pernah lelah membawa nama kami ke hadapan Tuhan.
Mungkin kini dari tempat terbaik bersama-Nya, Mama masih menyebut nama kami. Bukan lagi dengan suara yang bisa kami dengar, tetapi dengan kasih yang tetap menjaga.
Sejak Mama pergi, hidup memang berubah.
Tetapi doa itu… tetap hidup.
Dan selama kami berjalan dalam iman yang Mama ajarkan, kami percaya—nama kami tetap aman, karena pernah disebut dengan penuh cinta dalam doa seorang ibu.
