“Bukan Sekadar Tanda Tangan”: PGLII Kota Bekasi–STT Khataros Kunci Aliansi Pendidikan
Bekasi – Di tengah dinamika Rakerda II PGLII Kota Bekasi periode 2025–2029, satu momen mencuri perhatian: penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PGLII Kota Bekasi dan STT Khataros Bekasi. Bagi banyak peserta, ini bukan sekadar seremoni, melainkan penguncian arah baru di bidang pendidikan.
MoU ditandatangani oleh Ketua PGLII Kota Bekasi Pdt. Djajang Buntoro dan perwakilan STT Khataros Bekasi Pdt. Adolf B. Butarbutar. Kerja sama ini mencakup beasiswa satu tahun dengan fasilitas asrama dan makan, potongan biaya studi S2, serta pembinaan karakter dan penginjilan.
“Kita Bergerak, Bukan Berwacana”
Pdt. Djajang Buntoro menegaskan bahwa langkah ini adalah jawaban atas tantangan generasi.
“Kalau kita hanya berbicara tanpa membuka akses, itu retorika. Hari ini kita buktikan bahwa gereja bisa menghadirkan solusi. Pendidikan adalah medan perjuangan kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, aliansi ini dirancang untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam integritas.
“Kita ingin lahir pemimpin yang punya kompetensi dan karakter. Itu tidak bisa instan. Harus dipersiapkan dari sekarang,” tegasnya.
“Ini Komitmen Total”
Sementara itu, Pdt. Adolf B. Butarbutar menyebut kerja sama ini sebagai komitmen total dari pihak kampus.
“Kami tidak hanya membuka pintu, tetapi menyediakan sistem pendampingan yang utuh. Asrama, pembinaan, hingga penguatan karakter adalah bagian dari desain besar kami,” katanya.
Menurutnya, pendidikan teologi dan pembentukan karakter harus berjalan beriringan agar lulusan tidak hanya siap melayani, tetapi juga relevan menjawab kebutuhan zaman.
MoU ini sekaligus mempertegas bahwa PGLII Kota Bekasi memilih jalur konkret dalam membangun sumber daya manusia. Di tengah berbagai tantangan sosial, aliansi pendidikan ini menjadi sinyal kuat: konsolidasi tidak berhenti pada rapat, tetapi berlanjut pada langkah nyata.
