Rakerda II PGLII Kota Bekasi Hadirkan Format Baru, Diskusi Komisi Jadi Sorotan
Bekasi – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II PGLII Kota Bekasi periode 2025–2029 yang digelar di GBI HOPE Grand Galaxy, Senin (23/2/2026), menghadirkan dinamika berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Setelah pengarahan dari Ketua Pengurus Wilayah (PW) PGLII Provinsi Jawa Barat Pdt. Benny Lumondo, yang didampingi Sekretaris PW PGLII Jawa Barat Pdt. Ricardo RJ Palijama, forum tidak langsung memasuki sidang pleno seperti pola rakerda pada umumnya.
Rakerda 2026 ini tampil dengan format baru.
Pengurus Daerah (PD) PGLII Kota Bekasi memberikan ruang terbuka bagi setiap bidang dan komisi untuk menyampaikan usulan program dalam bentuk diskusi interaktif. Sesi ini dimoderatori oleh Pdt. Yunanto Nugroho, yang mengarahkan jalannya dialog agar tetap terstruktur dan fokus.
Suasana forum pun berubah lebih dinamis. Para pengurus tidak hanya menyimak, tetapi aktif menyampaikan gagasan, evaluasi, serta masukan terhadap arah kerja organisasi ke depan.
Ketua PGLII Kota Bekasi Pdt. Djajang Buntoro menilai format diskusi komisi ini menjadi langkah positif untuk memperkuat partisipasi.
“Kita ingin setiap bidang benar-benar memiliki ruang menyampaikan gagasan. Organisasi akan sehat jika semua suara didengar,” ujarnya.
Model diskusi ini dinilai sebagai bentuk pendewasaan organisasi, di mana proses pengambilan keputusan tidak semata-mata top-down, tetapi melibatkan partisipasi aktif seluruh unsur pengurus.
Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi tersebut. Beberapa komisi bahkan menyampaikan pandangan kritis dan konstruktif sebelum nantinya dibawa ke forum sidang resmi.
Rakerda II PGLII Kota Bekasi pun menjadi sorotan karena menghadirkan pendekatan berbeda: lebih partisipatif, lebih terbuka, dan lebih kolaboratif. Format ini dinilai menjadi warna baru dalam perjalanan organisasi di periode 2025–2029.
