Dari Perbatasan untuk Masa Depan: Smart Car Kostrad Menyalakan Semangat Literasi Anak Negeri
Tasinifu, 17 Maret 2026 — Di sebuah sudut negeri yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, semangat belajar anak-anak tetap menyala. Di tengah keterbatasan akses, kehadiran Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad membawa warna baru melalui program literasi “Alap-Alap Smart Car”.
Kegiatan yang dilaksanakan di SDK Aplal, Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Selasa (17/3/2026), menjadi bukti bahwa pendidikan dapat menjangkau siapa saja, bahkan hingga ke tapal batas negara.
Melalui kendaraan literasi yang dirancang sebagai perpustakaan berjalan, para siswa diperkenalkan pada beragam buku bacaan yang menarik dan edukatif. Buku-buku tersebut menjadi jendela baru bagi mereka untuk mengenal dunia yang lebih luas.
Kehadiran Smart Car tidak hanya menghadirkan bahan bacaan, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang berbeda. Anak-anak tampak aktif membaca, berdiskusi, dan mengajukan pertanyaan kepada personel Satgas yang mendampingi kegiatan.
Interaksi yang terbangun mencerminkan tumbuhnya rasa ingin tahu serta keberanian untuk belajar lebih jauh—sesuatu yang menjadi fondasi penting dalam proses pendidikan.
Danpos Aplal, Letda Arh Arya, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kontribusi nyata Satgas dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di wilayah perbatasan.
Menurutnya, pembangunan generasi muda tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor pendidikan semata, tetapi juga seluruh elemen bangsa, termasuk TNI.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menumbuhkan minat baca sekaligus membangun karakter anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi upaya Satgas yang dinilai mampu memberikan pengalaman belajar baru bagi para siswa.
Bagi anak-anak di perbatasan, kehadiran Smart Car bukan sekadar program, melainkan sebuah harapan—bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bermimpi, dan meraih masa depan.
Program ini menjadi langkah kecil dengan makna besar: menghadirkan literasi sebagai jembatan menuju perubahan, serta menegaskan bahwa perhatian terhadap pendidikan harus menjangkau hingga ke garis terluar negeri.
Penulis: Romo Kefas
