Bukan Hanya Menjaga Batas, Prajurit Kostrad Ini Menanam Kehidupan di Ujung Negeri
Jakarta, 25 Maret 2026 – Di garis perbatasan Indonesia yang jauh dari pusat perhatian, para prajurit Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad melakukan sesuatu yang sederhana, namun penuh makna: menanam kehidupan.
Berlokasi di Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), mereka bersama warga menanam bibit pohon cemara di lahan milik pemerintah desa, Minggu (22/03/2026). Di tengah tugas menjaga kedaulatan negara, para prajurit ini memilih untuk juga menjaga masa depan lingkungan.
Pohon cemara dipilih karena ketangguhannya menghadapi kondisi alam serta kemampuannya menjaga keseimbangan ekosistem, terutama dalam mempertahankan sumber air saat musim kemarau melanda wilayah perbatasan.
Apa yang dilakukan para prajurit ini menjadi gambaran nyata bahwa pengabdian tidak selalu identik dengan senjata dan patroli. Ada sisi lain yang tak kalah penting: memastikan kehidupan tetap tumbuh dan berlanjut.
Danpos Inbate, Letda Arh Ahmad Seno, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab yang lebih luas.
“Kami ingin meninggalkan sesuatu yang bisa terus hidup dan bermanfaat. Pohon-pohon ini akan menjadi bagian dari masa depan masyarakat di sini,” ujarnya.
Kehadiran Satgas di tengah masyarakat tidak hanya memberi rasa aman, tetapi juga menghadirkan kepedulian yang nyata. Kolaborasi antara prajurit dan warga menjadi kekuatan dalam membangun wilayah perbatasan yang tidak hanya aman, tetapi juga hijau dan lestari.
Dari ujung negeri, pesan sederhana namun kuat itu tumbuh: menjaga Indonesia bukan hanya tentang mempertahankan wilayah, tetapi juga tentang merawat kehidupan di dalamnya.
(Penkostrad)
Jurnalis: Romo Kefas
