JAKARTA — Sorotan terhadap PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) kian memanas setelah berbagai indikator keuangan memicu pertanyaan publik. Lonjakan utang, penurunan laba, hingga kemunculan angka Rp20,9 triliun dalam laporan keuangan dinilai sebagai sinyal yang tidak bisa diabaikan.
Ketua Umum Perempuan Tangguh Nusantara (PTN), Dra. Kasihhati, menegaskan bahwa transparansi menjadi kunci utama untuk meredam keresahan masyarakat di tengah isu yang berkembang.
“Rakyat berhak tahu kebenarannya. Jangan sampai ada informasi yang ditutup-tutupi, apalagi ini menyangkut perusahaan milik negara,” ujarnya di Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Ia menilai kondisi keuangan PLN saat ini perlu dijelaskan secara terbuka, terutama terkait utang yang telah mencapai Rp711,2 triliun serta penurunan laba dalam satu tahun terakhir.
“Ketika angka-angka ini muncul bersamaan, wajar jika publik bertanya. Ini bukan sekadar statistik, ini soal kepercayaan,” tegasnya.
Kasihhati juga menyoroti angka Rp20,9 triliun yang disebut muncul dalam laporan keuangan dan dinilai masih menyisakan banyak pertanyaan. Ia meminta agar dilakukan audit menyeluruh dan independen untuk memastikan tidak ada ketidaksesuaian.
“Kalau semuanya bersih, tidak ada alasan untuk tidak dibuka. Justru transparansi akan memperkuat kepercayaan publik,” katanya.
Lebih lanjut, ia mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja dan tata kelola PLN, termasuk memastikan seluruh kebijakan yang diambil tidak berdampak negatif kepada masyarakat.
“PLN bukan perusahaan biasa. Ini menyangkut kebutuhan dasar rakyat. Jangan sampai ada kesalahan yang berujung pada beban masyarakat,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PLN maupun kementerian terkait, sehingga menambah sorotan publik terhadap isu ini.
Di tengah ketidakpastian global dan potensi krisis energi, isu ini menjadi pengingat penting bahwa pengelolaan sektor strategis harus dilakukan secara transparan, profesional, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Sumber: Syamsul Bahri (Ketua GWI Banten)
Narasumber: Dra. Kasihhati (Ketua Umum PTN)
Jurnalis: Romo Kefas (Pewarna)**
