Pangkostrad Turun Langsung ke Lapangan, Latihan Terjun Yonif 330 Jadi Sorotan Kesiapan Tempur Kostrad
Karawang, 30 Maret 2026 — Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) kembali menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kesiapan tempur prajurit. Panglima Kostrad, Letjen TNI Mohammad Fadjar, M.PICT., turun langsung ke lapangan meninjau Latihan Terjun Penyegaran Statik Yonif 330 Kostrad Tahun Anggaran 2026 di kawasan Dawuan Kompleks, Karawang, Jawa Barat.
Kehadiran orang nomor satu di Kostrad itu bukan sekadar formalitas. Di tengah dinamika ancaman yang semakin kompleks, latihan lintas udara menjadi indikator nyata seberapa siap pasukan menghadapi situasi genting kapan saja.
Sejak pagi, suasana latihan tampak intens. Prajurit menjalani rangkaian ketat mulai dari briefing, pemeriksaan perlengkapan, hingga eksekusi penerjunan dari pesawat. Setiap detik dihitung, setiap prosedur diuji tanpa kompromi.
Letjen TNI Mohammad Fadjar secara detail mengamati kesiapan personel dan kelayakan materiil. Ia menegaskan, kemampuan terjun statik bukan hanya soal keberanian melompat dari ketinggian, tetapi menyangkut presisi, disiplin, dan kesiapan mental menghadapi operasi sesungguhnya.
“Tidak ada ruang untuk kesalahan. Latihan ini harus menjadi cerminan kesiapan tempur sesungguhnya,” tegasnya dengan nada serius.
Latihan ini juga menjadi panggung pembuktian bahwa Yonif 330 Kostrad tetap berada di garis depan sebagai satuan dengan mobilitas tinggi. Dalam skenario operasi modern, kemampuan infiltrasi cepat melalui udara menjadi keunggulan strategis yang tidak bisa ditawar.
Lebih dari sekadar rutinitas tahunan, latihan ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat daya gentar pasukan. Kostrad ingin memastikan setiap prajurit siap digerakkan kapan pun negara membutuhkan.
Dengan pengawasan langsung dari Pangkostrad, pesan yang ingin ditegaskan jelas: kesiapan bukan slogan, tetapi standar mutlak yang harus dijaga setiap saat.
Jurnalis: Romo Kefas
