Setahun Perukri Tajur Halang, Perayaan Syukur Diarahkan pada Penguatan Aksi Nyata
Bogor — Memasuki usia satu tahun, Persatuan Umat Kristiani (Perukri) Kecamatan Tajur Halang mengarahkan perayaan hari ulang tahunnya bukan sekadar seremoni, melainkan sebagai momentum memperkuat aksi nyata pelayanan. Ibadah ucapan syukur digelar pada Selasa malam, 14 April 2026, di Gereja JKI Efata Family Church, Kampung Cina, Desa Tajur Halang.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh 16 gereja dari total 28 gereja anggota Perukri. Kehadiran lintas denominasi itu menunjukkan bahwa ruang kebersamaan yang dibangun selama ini mulai menguat dan berkembang.
Dalam ibadah yang berlangsung khidmat, pesan utama yang disampaikan menyoroti pentingnya menghidupi iman dalam tindakan konkret. Perukri didorong untuk tidak berhenti pada pertemuan-pertemuan formal, tetapi mampu menghadirkan dampak sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ketua Perukri Kecamatan Tajur Halang, Nurmala Siburian, menegaskan bahwa inti dari persekutuan harus tetap berpusat pada nilai spiritual yang benar.
“Persekutuan umat Kristen adalah membangun persekutuan yang kudus dan berkenan kepada Allah,” ujarnya dalam wawancara dengan tim media.
Ia menambahkan, kesatuan yang dibangun harus diterjemahkan dalam pelayanan yang relevan serta keterlibatan aktif umat dalam kehidupan sosial.
Selain itu, Perukri juga diharapkan terus meningkatkan kualitas internal organisasi, termasuk dalam hal pemahaman iman, pengembangan pelayanan, dan penguatan pendidikan keagamaan. Tata kelola yang transparan dan akuntabel dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan antar anggota maupun masyarakat.
Motto Yohanes 17:21 yang diangkat dalam perayaan ini menjadi pengingat bahwa persatuan umat memiliki makna strategis sebagai kesaksian iman di tengah dunia.
Para peserta memandang peringatan satu tahun ini sebagai fase transisi dari pembentukan menuju penguatan peran. Dengan fondasi yang telah dibangun, Perukri Tajur Halang diharapkan mampu melangkah lebih jauh sebagai wadah yang tidak hanya mempersatukan gereja, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Jurnalis: Atma
Editor: Romo Kefas
