Bandung, 18 April 2026 — Suasana pagi di ruang pertemuan GKI Maulana Yusuf, Dago, Kota Bandung, menjadi saksi lahirnya kepemimpinan baru Persatuan Masyarakat Maluku Bandung Raya (PMMBR). Dalam forum sederhana namun penuh makna, arah organisasi lima tahun ke depan ditentukan.
Sebanyak 12 peserta Rapat Basodara Maluku hadir, membawa satu tujuan: memilih sosok yang dinilai mampu mempersatukan dan menggerakkan organisasi ke tahap berikutnya. Dua nama mengemuka, Dr. Jan Izaac Ferdinandus, Sp.N dan Pdt. Ricardo RJ. Palijama, S.Th.
Proses berjalan tanpa riuh, tetapi sarat makna. Saat voting dilakukan, pilihan demi pilihan mulai mengerucut. Hingga akhirnya, hasilnya tak terbantahkan—Ricardo Palijama mengumpulkan 9 suara, sementara Jan Izaac Ferdinandus memperoleh 1 suara, dan 2 lainnya memilih abstain.
Hasil tersebut langsung mengukuhkan Ricardo sebagai Ketua Umum PMMBR Jawa Barat periode 2026–2031.
Lebih dari sekadar angka, keputusan ini menjadi cerminan kepercayaan. Ada harapan yang dititipkan, ada tanggung jawab yang menanti. Di balik kemenangan itu, tersimpan ekspektasi besar agar kepemimpinan baru mampu menjaga persaudaraan, memperkuat identitas, dan membawa organisasi semakin relevan di tengah masyarakat.
Peralihan kepemimpinan dari periode sebelumnya pun berlangsung sebagai bagian dari perjalanan organisasi yang terus bergerak. Dari satu generasi ke generasi berikutnya, semangat kebersamaan tetap menjadi fondasi utama.
Kini, langkah baru dimulai dari Bandung. Dari sebuah ruang pertemuan di Dago, sebuah arah baru telah ditentukan.
