Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi mulai menerapkan sistem ducting sebagai solusi penataan jaringan utilitas yang selama ini kerap menimbulkan galian berulang di berbagai ruas jalan. Implementasi awal dilakukan di kawasan Taman Cut Mutia, Selasa (05/05/2026).
Wali Kota Bekasi, , menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari perubahan sistem pembangunan infrastruktur agar lebih efisien dan terkoordinasi.
Kurangi Galian Berulang
Selama ini, pekerjaan utilitas seperti kabel dan pipa sering dilakukan secara terpisah, sehingga jalan yang sudah diperbaiki kembali digali. Dengan sistem ducting, seluruh jaringan diharapkan terintegrasi dalam satu jalur bawah tanah.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi kerusakan jalan sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur.
Integrasi Antar Pihak
Pemkot Bekasi menekankan bahwa keberhasilan sistem ducting bergantung pada koordinasi antar instansi dan pihak swasta. Setiap pekerjaan utilitas diwajibkan terhubung dalam sistem yang sama agar tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan.
Penertiban Galian Tanpa Izin
Di sisi lain, pemerintah masih menemukan aktivitas galian tanpa izin di sejumlah titik. Praktik ini dinilai menghambat penataan kota karena tidak terkoordinasi dan merusak fasilitas umum.
Penertiban akan terus dilakukan agar seluruh pekerjaan mengikuti aturan yang berlaku.
Libatkan Pengawasan Masyarakat
Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk ikut mengawasi proyek infrastruktur di lingkungannya. Keterlibatan warga diharapkan dapat membantu memastikan pekerjaan berjalan sesuai kebutuhan dan tidak merugikan lingkungan sekitar.
Menuju Infrastruktur Terencana
Sistem ducting menjadi bagian dari upaya membangun infrastruktur yang lebih terencana dan berkelanjutan. Pemkot Bekasi menargetkan penerapan sistem ini dapat diperluas ke wilayah lain secara bertahap.
Dengan pendekatan tersebut, penataan utilitas diharapkan tidak lagi menimbulkan gangguan berulang bagi masyarakat.
Jurnalis: Romo Kefas
Editor: Tim Redaksi
