Pdm. Yudo Wiratno, M.Th.: Hari Kebangkitan Nasional Jangan Hanya Diperingati, Tetapi Harus Dihidupi
Bandung, 20 Mei 2026 — Memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2026, tokoh muda gereja sekaligus Pemimpin Redaksi Klik Berita News, Pdm. Yudo Wiratno, M.Th., mengingatkan generasi muda Indonesia agar tidak hanya menjadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai seremoni tahunan, tetapi sebagai momentum untuk membangun karakter, kepedulian sosial, dan semangat persatuan bangsa.
Pesan tersebut disampaikannya saat diwawancarai awak media melalui sambungan telepon pada Rabu pagi (20/5/2026).
Dalam wawancara tersebut, Pdm. Yudo Wiratno menilai bahwa generasi muda saat ini hidup di tengah perubahan zaman yang sangat cepat, di mana teknologi dan media sosial membawa pengaruh besar terhadap pola pikir, gaya hidup, hingga kehidupan moral masyarakat.
Menurutnya, kemajuan zaman memang membawa banyak manfaat, namun juga dapat menjadi ancaman apabila generasi muda kehilangan arah hidup dan nilai-nilai moral.
“Hari Kebangkitan Nasional jangan hanya diperingati lewat upacara atau media sosial, tetapi harus benar-benar dihidupi melalui karakter, kepedulian, dan semangat membangun bangsa,” ujarnya kepada awak media.
Ia menilai tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan hanya persoalan ekonomi dan persaingan global, tetapi juga krisis karakter, lunturnya rasa hormat terhadap sesama, serta semakin lemahnya kepedulian sosial.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama karena masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya.
“Kalau generasi muda kehilangan karakter dan integritas, maka bangsa ini akan kehilangan masa depannya,” tegasnya.
Sebagai tokoh muda dan insan media, Pdm. Yudo Wiratno juga menyoroti penggunaan media sosial yang menurutnya sangat memengaruhi kehidupan anak muda masa kini.
Ia mengingatkan agar media sosial tidak dipakai untuk menyebarkan kebencian, fitnah, atau memperbesar perpecahan di tengah masyarakat.
Sebaliknya, menurutnya ruang digital harus dipakai untuk membangun edukasi, persaudaraan, dan semangat kebangsaan.
“Media sosial harus menjadi ruang untuk menyebarkan nilai positif, bukan tempat memelihara kebencian dan permusuhan,” katanya.
Sebagai Pemred Klik Berita News, ia menegaskan bahwa media memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ruang informasi yang sehat dan mendidik masyarakat.
Menurutnya, media tidak boleh hanya mengejar viralitas semata, tetapi juga harus menghadirkan informasi yang memberi harapan dan membangun kehidupan sosial yang lebih baik.
“Media harus hadir menjadi sarana edukasi, membangun optimisme, dan memperkuat persatuan bangsa,” ungkapnya.
Dalam pandangan iman Kristen, Pdm. Yudo Wiratno menjelaskan bahwa kebangkitan sejati dimulai dari perubahan hidup manusia di hadapan Tuhan.
Karena itu, menurutnya generasi muda Kristen harus mampu menjaga iman, integritas, dan kehidupan moral di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.
“Generasi muda Kristen harus menjadi terang di tengah dunia, hidup dalam kasih, dan memberi pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman Indonesia.
Menurutnya, semangat Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun di atas semangat gotong royong, perjuangan bersama, dan rasa saling menghormati.
“Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk terpecah. Justru keberagaman adalah kekuatan bangsa yang harus dijaga bersama,” katanya.
Di akhir wawancara, Pdm. Yudo Wiratno berharap Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi momentum lahirnya generasi muda Indonesia yang semakin kuat secara moral, spiritual, dan nasionalisme.
“Kebangkitan bangsa dimulai ketika generasi mudanya bangkit menjaga karakter, persatuan, dan hidup dalam kebenaran,” pungkasnya.
(Jurnalis: Tim)

