Simposium Nasional Guru Besar Teologi Kristen Bahas Masa Depan PTKKI dan Penguatan Mutu Akademik
Jakarta, 21 Mei 2026 – Upaya memperkuat daya saing Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia (PTKKI) terus menjadi perhatian kalangan akademisi dan pemerintah. Hal tersebut mengemuka dalam Simposium Guru Besar Teologi Kristen yang dirangkaikan dengan peresmian Forum Dewan Guru Besar Teologi Kristen Indonesia (FDGBTKI) di Jakarta.
Kegiatan yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia bersama para Guru Besar Teologi Kristen itu menjadi forum strategis dalam membangun arah baru pendidikan tinggi Kristen yang lebih berkualitas, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Mengangkat tema “Akselerasi, Peningkatan, dan Sustainabilitas PTKKI”, simposium dihadiri para pimpinan perguruan tinggi, Guru Besar, dosen, serta akademisi PTKKI dari berbagai wilayah di Indonesia.
Sebelum simposium dimulai, Forum Guru Besar Teologi Kristen melakukan audiensi dengan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., yang didampingi Direktur Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd.
Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis terkait peningkatan kualitas pendidikan tinggi Kristen, termasuk pengembangan kapasitas dosen, budaya akademik, penguatan penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan jejaring antar kampus Kristen.
Menteri Agama RI menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran besar dalam menjaga harmoni bangsa dan memperkuat semangat toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.
Menurutnya, Guru Besar Teologi Kristen memiliki tanggung jawab penting untuk menghadirkan pemikiran yang membangun kehidupan sosial yang damai dan berkeadaban.
“Akademisi keagamaan harus mampu menjadi perekat moral dan spiritual di tengah kehidupan masyarakat,” ujar Nasaruddin Umar.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ir. Benyamin F. Intan, Ph.D. menyerahkan buku “Teologi dan Kurikulum Cinta Berbeda Agama dan Kepercayaan” kepada Menteri Agama RI sebagai bentuk penghargaan atas komitmen pemerintah dalam memperkuat moderasi beragama dan dialog lintas iman di Indonesia.
Simposium yang berlangsung di Ruang Pertemuan DBK Kementerian Agama RI itu diikuti 145 peserta secara langsung dan 438 peserta secara daring.
Kegiatan diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin Pdt. Prof. Dr. John A. Titaley, Th.D. Dalam khotbahnya, ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kualitas akademik dan panggilan pelayanan dalam pendidikan tinggi Kristen.
Direktur Pendidikan Kristen Kementerian Agama RI, Dr. Suwarsono, M.M., dalam laporannya mengatakan bahwa forum tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat budaya akademik dan meningkatkan sinergi antar PTKKI di Indonesia.
Dalam kesempatan itu diumumkan pula susunan pengurus sementara FDGBTKI, yaitu Prof. Dr. Stevri P. N. Indra Lumintang, D.Th., Th.D., Ph.D. sebagai Ketua, Prof. Dr. Telhalia, M.Th., D.Th. sebagai Wakil Ketua, Prof. Dr. Harianto GP, D.Th., D.Ed. sebagai Sekretaris, serta Prof. Dr. Gernaida Pakpahan, M.Th., D.Min. sebagai Bendahara.
Direktur Jenderal Bimas Kristen, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd., menegaskan bahwa peningkatan mutu PTKKI harus dilakukan secara berkesinambungan melalui penguatan tata kelola perguruan tinggi, peningkatan kualitas dosen, pengembangan riset, serta percepatan publikasi ilmiah.
Ia berharap kehadiran FDGBTKI dapat menjadi ruang kolaborasi strategis bagi para Guru Besar Teologi Kristen dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Kristen di Indonesia.
“Mutu pendidikan tinggi Kristen harus terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan global tanpa kehilangan nilai spiritualitas dan karakter pelayanan,” ujarnya.
Simposium juga menghadirkan keynote speaker Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag., M.Si. yang memaparkan regulasi terbaru terkait pengajuan jabatan akademik guru besar.
Selain itu, sejumlah Guru Besar Teologi Kristen tampil sebagai pembicara dalam forum ilmiah tersebut, di antaranya Prof. Dr. Samuel Benyamin Hakh, D.Th., Prof. Dr. Daniel Ronda, Th.M., Prof. Dr. Maidiantius Tanyid, M.Th., Prof. Dr. Binsar J. Pakpahan, Ph.D., Prof. Dr. Sonny Zaluchu, D.Min., DSA., Prof. Dr. Frans Pantan, M.Th., D.Min., Prof. Dr. Ir. Armand Barus, Ph.D., dan Prof. Dr. Junihot Simanjuntak, M.Pd.K.
Berbagai materi yang dibahas dalam simposium menitikberatkan pada strategi penguatan mutu PTKKI, integritas akademik, peningkatan penelitian dosen, publikasi internasional bereputasi, hingga pengabdian masyarakat yang kontekstual.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta berharap lahir langkah nyata dalam membangun PTKKI yang unggul secara akademik, kuat secara spiritual, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa Indonesia.
Jurnalis: Tim Redaksi

