FKUB Kota Bekasi Satukan Tokoh Agama dan Pemuda, Pesan Damai Menguat untuk Indonesia Emas 2045
KOTA BEKASI — Di tengah berbagai tantangan sosial yang kerap menguji persatuan bangsa, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi menghadirkan ruang kebersamaan melalui kegiatan Dialog Kebangsaan yang mempertemukan tokoh agama dan pemuda lintas iman dalam satu semangat menjaga harmoni dan toleransi.
Kegiatan yang berlangsung di Graha Wulan Sari, Bekasi Selatan, itu mengangkat tema “Tokoh dan Pemuda Lintas Agama Dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045”. Forum tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kehidupan masyarakat yang damai, sejuk, dan penuh rasa persaudaraan.
Sejumlah tokoh nasional dan daerah hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Gugun Gumilar selaku Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Kerukunan dan Layanan Keagamaan, Aristo Purboadji Pariadji dari Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Josephine Gabriella dari Coding Merah Putih, Plt Kepala Kemenag Kota Bekasi Abdul Syakur, unsur Kesbangpol, hingga tokoh agama dari berbagai keyakinan.
Namun suasana paling menarik terlihat saat para pemimpin agama dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu duduk bersama dalam suasana penuh kehangatan. Kebersamaan itu menjadi gambaran nyata bahwa toleransi masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Kota Bekasi.
Tokoh Kristen Kota Bekasi, Pdt Djajang Buntoro, menilai bahwa keberagaman harus dijaga sebagai kekuatan bangsa, bukan dijadikan sumber perpecahan.
“Indonesia tidak dibangun dari satu golongan saja, tetapi dari keberagaman yang dipersatukan oleh semangat kebangsaan. Karena itu, menjaga toleransi berarti menjaga masa depan Indonesia,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa para tokoh agama memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan kesejukan di tengah masyarakat, terlebih di era digital yang dipenuhi berbagai informasi yang belum tentu benar.
“Kita harus menjadi suara damai di tengah masyarakat. Jangan sampai ruang publik dipenuhi kebencian dan provokasi. Tokoh agama harus hadir membawa pesan kasih, persaudaraan, dan harapan,” katanya.
Menurutnya, generasi muda juga harus berani tampil menjadi pelopor persatuan dan tidak mudah terpengaruh isu yang memecah belah.
“Anak muda hari ini harus menjadi generasi yang membangun jembatan persaudaraan, bukan memperlebar perbedaan. Masa depan bangsa ada di tangan mereka,” lanjutnya.
Ketua FKUB Kota Bekasi Abdul Manan mengatakan bahwa dialog lintas agama seperti ini penting untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman Kota Bekasi.
“Kami ingin menciptakan ruang komunikasi yang sehat antarumat beragama agar masyarakat semakin memahami pentingnya hidup rukun dan saling menghormati,” tegasnya.
Selain dialog interaktif, kegiatan juga diisi aksi sosial berupa penyerahan bibit pohon produktif kepada tokoh lintas agama serta bantuan kursi roda kepada penyandang disabilitas sebagai simbol kepedulian dan solidaritas kemanusiaan.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat toleransi tidak hanya hadir dalam ucapan, tetapi diwujudkan melalui kebersamaan dan kerja nyata demi menjaga persatuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Jurnalis : Romo Kefas

