Natalius Pigai Ajak Insan Pers Perkuat Peran Media dalam Pembangunan HAM
Bandung Barat — Menteri Hak Asasi Manusia RI, , mengajak insan pers memperkuat peran media dalam pembangunan budaya hak asasi manusia di Indonesia saat membuka kegiatan Kelas Jurnalis HAM di Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (20/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Pigai menegaskan bahwa media memiliki posisi strategis tidak hanya sebagai pilar demokrasi, tetapi juga sebagai kekuatan moral dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan.
Menurutnya, pers memiliki kemampuan besar dalam membentuk opini publik, menyampaikan aspirasi masyarakat, sekaligus mengawasi jalannya kebijakan pemerintah.
“Pers harus hadir sebagai bagian dari pembangunan peradaban HAM di Indonesia,” ujar Pigai dalam paparannya.
Pada kesempatan itu, Pigai juga membeberkan data pengaduan masyarakat ke selama tahun 2025 yang mencapai 2.796 laporan dugaan pelanggaran HAM.
Institusi yang paling banyak diadukan antara lain Kepolisian RI, korporasi atau perusahaan, pemerintah pusat dan daerah, serta laporan terhadap individu atau perseorangan.
Sementara itu, hak yang paling banyak dilaporkan masyarakat berkaitan dengan hak atas kesejahteraan dan hak atas keadilan.
Pigai menilai tingginya angka laporan tersebut menjadi indikator bahwa isu HAM masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan perhatian seluruh elemen bangsa, termasuk media pers.
Ia juga menekankan bahwa media memiliki peran penting dalam memastikan persoalan HAM tetap mendapat perhatian publik secara objektif dan berimbang.
Dalam wawancara bersama awak media, Pigai menyampaikan komitmen Kementerian HAM untuk menjalin kemitraan strategis bersama media dan insan pers.
Menurutnya, hubungan tersebut akan dibangun melalui pelatihan jurnalistik HAM dan penguatan komunikasi tanpa mengurangi independensi media.
“Kami ingin membangun hubungan yang sehat dengan media, tanpa intervensi dan tetap menjaga profesionalisme masing-masing,” katanya.
Pigai juga menegaskan pentingnya menjaga kebebasan pers sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat.
Ia menyebut media sebagai cahaya yang menerangi masyarakat melalui informasi, pengetahuan, dan kontrol sosial terhadap kekuasaan.
Selain membahas isu HAM, Pigai turut memaparkan perkembangan angka kemiskinan nasional dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Kegiatan Kelas Jurnalis HAM diharapkan mampu meningkatkan pemahaman wartawan terhadap isu hak asasi manusia sekaligus memperkuat kualitas pemberitaan yang berpihak pada kepentingan publik.
Pers yang Kritis dan Profesional Dinilai Menjadi Mitra Penting dalam Menjaga Demokrasi dan Hak Asasi Manusia.
Jurnalis Romo Kefas

