Ribuan Warga Warnai Malam Tahun Baru Islam, Bekasi Tunjukkan Wajah Kota yang Guyub dan Penuh Harapan
Bekasi – Gemerlap lampu kota berpadu dengan lantunan salawat dan semangat kebersamaan ketika ribuan warga memadati ruas jalan dalam Pawai Malam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar Pemerintah Kota Bekasi, Senin (15/6/2026). Perayaan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa tradisi keagamaan masih memiliki tempat istimewa di tengah kehidupan masyarakat perkotaan yang dinamis.
Sekitar 5.000 peserta dari 67 kelompok berjalan beriringan dari Plaza Pemerintah Kota Bekasi menuju Alun-Alun M. Hasibuan. Tidak hanya berasal dari unsur pemerintahan, peserta juga datang dari berbagai komunitas dan elemen masyarakat yang membawa semangat sama untuk menyambut tahun baru Islam dengan penuh sukacita.
Di sepanjang rute, masyarakat yang memadati sisi jalan memberikan sambutan hangat kepada setiap rombongan. Anak-anak melambaikan tangan, para orang tua mengabadikan momen melalui telepon genggam, sementara para peserta saling menyapa dalam suasana yang mencerminkan eratnya ikatan sosial di Kota Patriot.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe ikut menyatu dalam kemeriahan tersebut. Kehadiran keduanya bukan sekadar memenuhi agenda pemerintahan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan tradisi yang mampu memperkuat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat.
Berbeda dari sekadar pawai biasa, setiap kelompok yang mencapai garis akhir diberi kesempatan menampilkan pantun yang berisi pesan moral, humor, maupun nilai-nilai keagamaan. Suasana pun berubah menjadi panggung interaksi yang menghibur sekaligus mengedukasi, membuat warga yang hadir menikmati setiap penampilan dengan antusias.
Beberapa rombongan turut membawa seserahan sebagai simbol rasa syukur atas berbagai pencapaian dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Tradisi tersebut menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan rasa syukur merupakan bagian penting dalam menyambut lembaran baru.
Dalam keterangannya, Tri Adhianto mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum memperkuat semangat hijrah, tidak hanya dalam aspek spiritual tetapi juga dalam kehidupan sosial. Menurutnya, perubahan menuju pribadi yang lebih baik harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama, menjaga persatuan, dan membangun lingkungan yang harmonis.
Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung aman dan tertib menjadi bukti bahwa masyarakat Kota Bekasi mampu menjaga nilai toleransi dan saling menghormati di tengah keberagaman. Semangat tersebut dinilai sebagai modal penting dalam mewujudkan kota yang inklusif, nyaman, dan terus berkembang.
Lebih dari sebuah seremoni tahunan, Pawai 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi refleksi bahwa kekuatan sebuah kota tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, melainkan juga pada kemampuan masyarakatnya untuk berjalan bersama, menghargai perbedaan, dan menjaga persaudaraan. Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, Kota Bekasi kembali menunjukkan bahwa harmoni adalah fondasi utama menuju masa depan yang lebih baik.
Jurnalis: Romo Kefas

