Propam Polres Bangkalan Jemput Bola Cari Fakta Dugaan Pungutan Kendaraan Hasil Operasi Gabungan
BANGKALAN – Dugaan adanya pungutan dalam proses pengambilan kendaraan yang terjaring Operasi Patuh Pajak di Kabupaten Bangkalan kini menjadi perhatian jajaran pengawasan internal kepolisian. Propam Polres Bangkalan menyatakan siap melakukan penelusuran terhadap informasi yang beredar dengan mengedepankan prinsip profesionalitas dan objektivitas.
Langkah tersebut disampaikan menyusul mencuatnya pemberitaan mengenai dugaan adanya permintaan sejumlah uang kepada masyarakat saat hendak mengambil kendaraan yang sebelumnya diamankan dalam operasi gabungan di kawasan Rest Area Tangkel Suramadu.
Operasi tersebut diketahui melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Satlantas Polres Bangkalan, UPT PPD Bangkalan, Jasa Raharja, serta Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam rangka meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban administrasi kendaraan bermotor.
Plt Kasi Propam Polres Bangkalan, Rezaki, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi atas informasi yang berkembang. Menurutnya, setiap dugaan harus didasarkan pada fakta dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan sebelum diambil langkah lebih lanjut.
Karena itu, Propam membuka kesempatan kepada masyarakat yang merasa mengetahui, menyaksikan, atau mengalami langsung peristiwa tersebut untuk memberikan keterangan. Bahkan, pihaknya siap mendatangi warga yang tidak dapat hadir secara langsung guna mempermudah proses pengumpulan informasi.
“Kami ingin memastikan semua informasi yang berkembang dapat ditelusuri secara jelas. Masyarakat yang memiliki keterangan dipersilakan menyampaikannya agar proses klarifikasi berjalan secara menyeluruh,” kata Rezaki.
Respons cepat dari Propam tersebut mendapat perhatian masyarakat yang berharap adanya kepastian mengenai informasi yang telah menjadi perbincangan publik dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah pihak menilai bahwa keterbukaan dalam menerima laporan merupakan langkah positif untuk menjaga integritas pelayanan publik sekaligus menghindari munculnya berbagai spekulasi yang tidak berdasar.
Di sisi lain, masyarakat juga berharap hasil dari proses penelusuran nantinya dapat disampaikan secara terbuka sehingga memberikan gambaran yang jelas mengenai duduk persoalan yang sebenarnya. Transparansi dianggap penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi yang menjalankan fungsi pelayanan dan penegakan aturan.
Hingga kini, dugaan pungutan tersebut masih berada pada tahap klarifikasi dan pengumpulan informasi. Belum ada kesimpulan resmi yang dapat memastikan kebenaran maupun pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Dengan masih berlangsungnya proses pendalaman, publik menunggu langkah lanjutan dari Propam Polres Bangkalan sebagai bentuk komitmen pengawasan internal dalam memastikan setiap pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai aturan dan bebas dari praktik yang dapat merugikan warga.
Tim Redaksi

