Tamparan di Pusat Pemerintahan! Kantor Diskominfo Lebak Disorot Aktivis, Kumuh dan Tak Terawat
LEBAK – Kondisi Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lebak menjadi sorotan tajam publik. Gedung yang seharusnya menjadi pusat pengelolaan informasi pemerintah justru dinilai memprihatinkan, tampak kumuh, dan jauh dari kesan sebagai lembaga strategis di era digital.
Kritik keras datang dari aktivis senior Kabupaten Lebak yang juga Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Lebak, Lukmanul Hakim. Ia menilai kondisi kantor Diskominfo saat ini seperti ironi di tengah semangat pemerintah yang kerap berbicara soal keterbukaan informasi dan transformasi digital.
Menurut Lukman, dari hasil pantauan di lapangan terlihat sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan. Bahkan, beberapa bagian atap terlihat rusak sementara lingkungan kantor tampak tidak tertata dan kurang mendapat perawatan.
“Ini sangat ironis. Diskominfo itu lembaga yang mengurus komunikasi dan informasi pemerintah kepada masyarakat. Tapi kondisi kantornya justru terlihat kumuh dan tidak terurus. Bagaimana mau bicara soal tata kelola informasi yang baik kalau wajah institusinya saja seperti ini,” ujar Lukman kepada wartawan, Senin (9/3/2026).
Ia menilai persoalan tersebut bukan sekadar soal bangunan yang rusak, tetapi juga menyangkut keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga fasilitas publik yang menjadi simbol pelayanan kepada masyarakat.
“Ini bukan hanya soal cat dinding atau atap bocor. Ini soal citra dan tanggung jawab. Kalau kantor pemerintahan saja terlihat diabaikan, publik tentu bisa menilai bagaimana manajemen di dalamnya,” tegasnya.
Yang membuat kondisi ini semakin disorot, kata Lukman, adalah lokasi kantor Diskominfo yang berada tepat di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Lebak, Banten. Gedung tersebut berdampingan dengan Kantor DPRD Lebak dan hanya berjarak sekitar seratus meter dari Kantor Bupati Lebak.
“Letaknya di jantung pemerintahan. Banyak pejabat, pegawai, dan masyarakat yang melintas di kawasan itu setiap hari. Sangat memalukan jika kantor yang seharusnya menjadi pusat informasi pemerintah justru terlihat seperti bangunan yang tidak terurus,” katanya.
Menurut Lukman, kondisi tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa pemeliharaan fasilitas pemerintahan tidak menjadi perhatian serius.
Ia pun mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kantor Diskominfo serta memastikan adanya langkah pembenahan.
“Jangan sampai Diskominfo yang seharusnya menjadi pusat informasi publik justru menjadi simbol kelalaian pemerintah dalam merawat fasilitasnya sendiri. Ini harus segera dibenahi sebelum kepercayaan publik ikut tergerus,” pungkasnya.
(TIM)
