Momentum Pembasuhan Kaki 12 Jemaat Tekankan Nilai Kerendahan Hati di GPIAI Filadelfia Bogor
BOGOR – Prosesi pembasuhan kaki terhadap 12 orang perwakilan jemaat dalam peringatan Jumat Agung di GPIAI Filadelfia Bogor menjadi momen yang menegaskan kembali nilai kerendahan hati dalam kehidupan iman, Jumat (3/4/2026).
Dipimpin langsung oleh Gembala Sidang, pembasuhan kaki dilakukan secara bergantian kepada para perwakilan jemaat yang melambangkan 12 murid Tuhan Yesus. Prosesi ini menghadirkan kembali peristiwa Alkitabiah yang sarat makna dalam konteks kehidupan gereja masa kini.
Suasana ibadah terasa hening saat prosesi berlangsung. Jemaat yang hadir tampak mengikuti dengan penuh penghayatan, menjadikan momen tersebut sebagai ruang refleksi akan panggilan hidup untuk melayani tanpa memandang latar belakang.
Pelayan firman, Pdt. Dr. Leo Fransisco, M.Th., M.Mis., M.Pd., menegaskan bahwa pembasuhan kaki merupakan gambaran nyata dari karakter Kristus yang merendahkan diri. Ia menyebut bahwa nilai tersebut harus menjadi dasar dalam kehidupan orang percaya.
“Kerendahan hati bukan sekadar ajaran, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan. Inilah inti dari pembasuhan kaki,” ujarnya.
Dalam perspektif teologi Kristen, prosesi ini juga dipahami sebagai simbol pemurnian hidup yang berkelanjutan, sekaligus ajakan untuk membangun relasi yang dilandasi kasih dan kesetaraan.
Panitia pelaksana menyampaikan bahwa pelaksanaan pembasuhan kaki diharapkan mampu memberikan pengalaman rohani yang lebih mendalam, sehingga jemaat tidak hanya memahami, tetapi juga menghidupi nilai pelayanan dalam kehidupan sehari-hari.
Hingga berita ini diturunkan, rangkaian ibadah masih berlangsung dengan suasana tertib dan penuh kekhusyukan.
(Atma Editor | Tim Redaksi)
