Depok – Ramadan tahun ini bukan hanya soal buka puasa bersama bagi Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Kota Depok. Di balik suasana hangat penuh kebersamaan, terselip agenda besar: konsolidasi organisasi dan penguatan perlindungan hukum bagi insan pers menjelang Munas SWI, 18–21 Mei 2026.
Bertempat di kawasan Beji, Depok, Rabu (25/2/2026), Rakor dan Bukber SWI Depok menjadi momentum penting menyatukan barisan, mempertegas arah perjuangan, sekaligus menegaskan eksistensi organisasi di tengah dinamika dunia pers yang kian kompleks.
Plt. Ketum SWI Herry Budiman hadir langsung didampingi Bendahara SWI Pusat. Turut membersamai, jajaran LBH Matapena Keadilan—badan otonom SWI—yang menjadi garda perlindungan hukum bagi anggota.
Tak hanya internal organisasi, kegiatan ini juga mendapat atensi dari unsur legislatif. Anggota DPRD Kota Depok, H. Bambang Sutopo (HBS), hadir memberi dukungan moril dan membuka ruang komunikasi antara pers dan parlemen daerah.
Perlindungan Hukum & Jaminan Sosial Jadi Sorotan
Ketua SWI Kota Depok, Yenny, menegaskan bahwa wartawan tidak cukup hanya profesional dalam karya, tetapi juga harus kuat dalam perlindungan.
“SWI bukan sekadar organisasi profesi, tapi rumah bersama. Kita ingin anggota terlindungi secara hukum, memiliki jaminan sosial, dan terus meningkat kompetensinya,” tegasnya.
Rencana pelaksanaan Diklat Paralegal oleh LBH Matapena Keadilan menjadi salah satu program strategis. Langkah ini dinilai penting agar wartawan memahami aspek hukum dalam menjalankan tugas jurnalistik, terutama di era meningkatnya sengketa pemberitaan.
Munas 2026: Depok Siap Kirim Delegasi Terbaik
Rakor juga membahas persiapan delegasi menuju Munas SWI 2026. SWI Depok berkomitmen mengirim perwakilan terbaik yang tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga gagasan pembaruan organisasi.
Diskusi berlangsung dinamis. Ide-ide penguatan kompetensi, peningkatan integritas, hingga konsolidasi internal mengemuka dalam suasana terbuka dan penuh semangat kolektif.
Sinyal Kuat Sinergi Pers dan Legislatif
Kehadiran H. Bambang Sutopo dinilai sebagai sinyal positif kolaborasi antara insan pers dan lembaga legislatif.
“Pers, legislatif, dan eksekutif harus membangun komunikasi yang sehat. Semua punya peran dalam menjaga transparansi dan kepentingan publik,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disambut positif peserta Rakor yang melihat pentingnya hubungan yang konstruktif tanpa mengurangi independensi pers.
Bukan Sekadar Bukber
Acara ditutup dengan hiburan musik dan ramah tamah. Tawa dan canda mengalir, namun semangat yang terbangun lebih dari sekadar kebersamaan.
Rakor dan Bukber ini menjadi penegasan: SWI Depok sedang menata langkah, memperkuat barisan, dan menyiapkan diri menghadapi tantangan organisasi ke depan.
Ramadan kali ini menjadi saksi, bahwa di tengah kehangatan silaturahmi, SWI Depok sedang memanaskan mesin perubahan.
Jurnalis: Romo Kefas
