DOA KESEMBUHAN TANPA BATAS JARAK
Kesaksian PS Alfeus kepada Meja Redaksi
BINTULU, SARAWAK — Perkembangan teknologi tidak menghalangi pelayanan doa. PS Alfeus membagikan pengalaman pelayanan doa kesembuhan yang dilakukan melalui panggilan video lintas negara.
Malam itu, ia menerima permintaan doa dari seorang kawan yang anaknya sedang sakit demam, batuk, dan flu. Keluarga tersebut tinggal di Sintang, Kalimantan Barat, Indonesia. Sementara PS Alfeus berada di Bintulu, Sarawak, Malaysia.
Meski terpisah jarak dan batas negara, doa tetap dipanjatkan dengan iman.
“Kami melakukan doa melalui video call. Saya percaya kuasa Tuhan tidak dibatasi ruang dan waktu,” tuturnya kepada Meja Redaksi.
Dengan penuh keyakinan, ia menyerukan nama Jehova Rapha — Tuhan yang menyembuhkan. Doa dinaikkan bukan hanya untuk kesembuhan fisik, tetapi juga untuk ketenangan hati orang tua yang sedang cemas.
Firman Tuhan dalam Yakobus 5:16 menjadi dasar pelayanan tersebut:
“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”
Menurut PS Alfeus, doa yang dinaikkan dengan iman memiliki kuasa yang besar. Ia menegaskan bahwa Tuhan tidak dibatasi oleh teknologi, jarak, ataupun kondisi geografis.
“Walau saya di Bintulu dan mereka di Sintang, Tuhan tetap satu. Kuasa-Nya tidak terbatas,” ungkapnya.
Pelayanan doa melalui panggilan video ini menjadi bukti bahwa di era digital, kasih dan kuasa Tuhan tetap dapat menjangkau siapa saja yang membutuhkan.
Bagi PS Alfeus, setiap panggilan doa adalah kesempatan untuk menghadirkan pengharapan. Di balik layar gawai sederhana, iman tetap bekerja dan Tuhan tetap menyembuhkan.
