Jakarta,24 Pebruari 2026 – Menjelang Munas PERADI, dinamika organisasi advokat terbesar di Indonesia semakin menguat. Percakapan di berbagai daerah tak lagi sekadar membahas siapa yang maju, tetapi siapa yang benar-benar memiliki kualitas kepemimpinan untuk membawa organisasi ini ke arah yang lebih kuat.
Fredrik J. Pinakunary menyampaikan pandangannya secara terbuka kepada media. Baginya, momentum ini bukan sekadar kontestasi figur.
“Kita tidak sedang memilih siapa yang paling sering tampil atau paling keras bersuara. Kita sedang memilih arah PERADI lima tahun ke depan,” tegasnya.
Nama yang ia maksud adalah Ahmad Fikri Assegaf.
Rekam Jejak yang Dibangun dengan Fondasi Kuat
Ahmad Fikri Assegaf dikenal luas sebagai pendiri firma hukum Assegaf Hamzah & Partners, salah satu yang terbesar dan profesional di Indonesia. Ia juga menjadi penggagas Hukumonline, platform digital yang mengubah cara advokat dan masyarakat mengakses regulasi dan informasi hukum.
Namun menurut Fredrik, yang paling penting bukanlah daftar pencapaian itu.
“Yang membuat saya yakin adalah cara berpikirnya. Ia selalu melihat persoalan secara sistemik. Ia tidak reaktif. Ia membangun struktur agar solusi itu bertahan lama,” ujarnya.
Bagi Fredrik, kepemimpinan sejati tidak berhenti pada gagasan, tetapi diwujudkan dalam sistem yang berjalan.
Karakter Tenang di Tengah Dinamika
Fredrik juga menekankan sisi personal yang menurutnya jarang diketahui publik.
Dalam perbincangan panjang yang ia alami secara langsung, Fikri dinilai lebih banyak mendengar daripada berbicara tentang dirinya sendiri. Tidak ada sikap ingin menonjol. Tidak ada kesan elitis.
“Beliau sederhana dalam sikap, tetapi tegas dalam prinsip,” kata Fredrik.
Di tengah dinamika organisasi yang kadang diwarnai ketegangan dan perbedaan kepentingan, karakter yang stabil dan rasional dinilai menjadi kebutuhan mendesak.
PERADI Butuh Pemimpin yang Menata, Bukan Sekadar Berpidato
Menurut Fredrik, PERADI tidak kekurangan advokat cerdas dan piawai berargumentasi di pengadilan. Tantangan ke depan adalah bagaimana organisasi ini dikelola secara profesional dan berintegritas.
Ia menyebut beberapa kualitas yang dibutuhkan:
- Kemampuan manajerial yang terbukti
- Integritas yang konsisten
- Keberanian mengambil keputusan strategis
- Komitmen membangun sistem yang berkelanjutan
“Organisasi sebesar PERADI tidak boleh dikelola dengan semangat sesaat. Ia harus ditata dengan visi jangka panjang,” ujarnya.
Momentum Menentukan Arah
Di akhir keterangannya, Fredrik menyampaikan pesan yang kini banyak diperbincangkan di kalangan advokat:
“Kita tidak sedang memilih untuk lima menit tepuk tangan. Kita sedang menentukan masa depan organisasi.”
Narasi ini menjadi pengingat bahwa Munas PERADI bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi momentum pembaruan arah.
Di mata Fredrik, Ahmad Fikri Assegaf bukan hanya calon Ketua Umum.
Ia adalah figur yang dinilai memiliki kapasitas, integritas, dan kedewasaan untuk membawa PERADI melangkah lebih terstruktur, lebih profesional, dan lebih berwibawa.
Jurnalis Romo Kefas
Sumber Fredrik J Pinakunary
