Pdt. Dr. Leo: Festival Kristen Bogor Tegaskan Peran Guru sebagai Penggerak, Bukan Sekadar Pengajar
Bogor, 17 April 2026 — Di tengah berlangsungnya Festival Pendidikan Kristen ke-3 Kota Bogor, pernyataan kuat disampaikan Ketua MGMP Pendidikan Agama Kristen sekaligus Ketua PGLII Kota Bogor, Pdt. Dr. Leo Fransisco, M.Pd. Ia menegaskan bahwa peran guru saat ini harus berubah—dari sekadar pengajar menjadi penggerak utama pembentukan karakter generasi muda.
Ditemui awak media di sela kegiatan di Sekolah Tunas Harapan, ia menyampaikan bahwa tantangan pendidikan tidak lagi sederhana.
“Guru hari ini tidak cukup hanya menyampaikan materi. Guru harus mampu menggerakkan, menginspirasi, dan membuka ruang bagi siswa untuk bertumbuh,” ujarnya.
Menurutnya, Festival Pendidikan Kristen menjadi contoh nyata bagaimana peran tersebut dijalankan secara konkret.
“Di sini kita melihat bagaimana guru memberi ruang, dan siswa merespons dengan keberanian serta kreativitas. Ini menunjukkan bahwa ketika pendekatan berubah, hasilnya juga berbeda,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa pendidikan iman harus mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan nilai dasarnya.
“Kita tidak boleh kehilangan esensi, tetapi cara penyampaian harus berkembang. Generasi ini membutuhkan pendekatan yang lebih hidup dan kontekstual,” lanjutnya.
Sebagai Ketua PGLII Kota Bogor, ia menekankan pentingnya kekuatan kolaborasi dalam dunia pendidikan.
“Tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sinergi antara guru, sekolah, dan lembaga keagamaan. Ketika semua terhubung, dampaknya akan jauh lebih besar,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa tujuan akhir pendidikan bukan hanya capaian akademik.
“Yang kita siapkan adalah generasi yang memiliki nilai, karakter, dan keberanian menghadapi masa depan,” pungkasnya.
Festival ini pun menjadi cerminan bahwa pendidikan iman di Kota Bogor mulai bergerak menuju arah yang lebih aktif, kolaboratif, dan berdampak nyata.
Jurnalis: Atma
Editor: Tim Redaksi
