Eng’s Craft Siap Unjuk Gigi di Persit Bisa Vol. 2, Tawarkan Produk Kreatif dengan Sentuhan Premium
Jakarta – Menjelang perhelatan Persit Bisa Vol. 2, geliat pelaku usaha kreatif semakin terasa. Eng’s Craft menjadi salah satu peserta yang menunjukkan kesiapan serius dengan membawa konsep produk yang mengedepankan kualitas, estetika, dan nilai fungsional.
Di fase akhir persiapan, Eng’s Craft tidak hanya memastikan ketersediaan produk, tetapi juga melakukan kurasi ketat terhadap setiap item yang akan ditampilkan. Koleksi seperti clutch, hobo bag, Mandalika bag, bottom bag, hingga bag charm dipilih sebagai lini unggulan yang mencerminkan karakter brand—elegan namun tetap praktis digunakan sehari-hari.
Selain produk, perhatian besar juga diberikan pada konsep visual booth. Eng’s Craft mengusung tampilan yang bersih, tertata, dan modern, dengan harapan mampu menciptakan kesan eksklusif sekaligus nyaman bagi pengunjung. Penataan ini dirancang untuk memperkuat identitas brand sekaligus meningkatkan daya tarik di tengah persaingan tenant.
Dari sisi harga, Eng’s Craft mengusung strategi yang adaptif dengan kisaran Rp50 ribu hingga Rp650 ribu. Variasi ini memungkinkan produk mereka menjangkau pasar yang lebih luas, mulai dari pembeli kasual hingga pecinta fashion berbasis kerajinan tangan.
Kemudahan transaksi juga menjadi bagian dari layanan yang diutamakan. Sistem pembayaran digital melalui QRIS disiapkan untuk mendukung pengalaman belanja yang lebih cepat dan efisien.
Dalam hal promosi, Eng’s Craft memanfaatkan kanal digital sebagai ujung tombak komunikasi. Melalui Instagram dan WhatsApp, informasi produk disampaikan secara konsisten untuk membangun awareness sekaligus menarik minat calon pembeli sebelum acara berlangsung.
Tak hanya fokus pada sisi bisnis, Eng’s Craft juga membawa misi keberlanjutan dengan mengurangi penggunaan plastik dan beralih ke kemasan paper bag. Langkah ini menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang kini semakin menjadi perhatian masyarakat.
Kehadiran Eng’s Craft di Persit Bisa Vol. 2 diharapkan tidak hanya memperkuat eksistensi brand, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Event ini pun menjadi momentum penting bagi para pelaku usaha untuk memperluas jaringan dan memperkenalkan karya terbaik mereka kepada publik.
Sumber: Yusd
Jurnalis: Romo Kefas
