Rakerda II PGLII Kota Bekasi Tegaskan “Sedikit Program, Besar Dampak”
Bekasi – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II PGLII Kota Bekasi periode 2025–2029 memasuki babak penentuan usai jeda makan siang, Senin (23/2/2026). Forum yang digelar di GBI HOPE Grand Galaxy itu berubah dari diskusi gagasan menjadi arena penetapan keputusan.
Pengurus PD PGLII Kota Bekasi memfokuskan sidang pleno pada penyaringan program agar lebih terukur dan realistis. Sejumlah usulan dari komisi dipertajam, disederhanakan, bahkan digabung untuk menghindari tumpang tindih.
Ketua PGLII Kota Bekasi, Pdt. Djajang Buntoro, menekankan prinsip efisiensi dan dampak.
“Jangan banyak program tapi lemah pelaksanaan. Kita pilih yang paling strategis dan kita jalankan dengan serius,” ujarnya.
Arah Prioritas yang Dikunci
Sidang pleno menyepakati sejumlah fokus utama untuk periode 2025–2029:
Penguatan Internal dan Ekspansi
- Memperkuat 17 sinode dan yayasan yang telah tergabung.
- Menargetkan 10 sinode baru.
- Menggelar persekutuan bulanan secara bergilir.
Misi dan Penginjilan
- Doa bersama dua minggu sekali.
- Pelatihan penginjilan lintas gereja.
- Penegasan kembali identitas injili sebagai fondasi gerak.
Pendidikan dan Generasi
- Target 50 mahasiswa penerima KIP pada 2026.
- Pendampingan rohani dan karakter.
- Pemetaan kebutuhan guru agama Kristen di sekolah negeri.
Pusat Kajian Masyarakat Dari lima isu strategis—sampah, banjir, kemacetan, pendidikan tinggi, serta penempatan guru agama Kristen—akan dipilih satu prioritas utama 2026 untuk dikaji dan disampaikan kepada pemerintah.
Sekolah Lansia dan Kepedulian Sosial
- Pembentukan 10 kelompok Sekolah Lansia.
- Penguatan Gereja Ramah Anak.
- Respons terhadap krisis generasi dan isu sosial di Kota Bekasi.
Dari Wacana ke Implementasi
Sidang berlangsung serius namun tetap dalam suasana kebersamaan. Beberapa poin dibahas cukup tajam sebelum akhirnya disepakati bersama.
Rakerda II ini menandai pergeseran fokus PGLII Kota Bekasi: dari memperbanyak agenda menuju memperkuat eksekusi. Tahun 2026 pun diproyeksikan sebagai awal implementasi nyata atas program yang telah dikunci dalam forum pleno tersebut.
