Warning Keras Soal Sampah! Bekasi Siapkan Langkah Cepat, Sekda: Jangan Tunggu Krisis Meledak
Jakarta, 26 Februari 2026 – Peringatan keras mengenai darurat sampah nasional menjadi sorotan utama dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah 2026. Pemerintah daerah diminta tidak lagi menunda pembenahan sistem, menyusul tekanan kapasitas tempat pemrosesan akhir (TPA) yang kian mendekati batas maksimal.
Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi, menyatakan bahwa kondisi ini harus dijawab dengan langkah nyata, bukan sekadar komitmen di atas kertas. Ia menegaskan, Bekasi tidak ingin menunggu hingga persoalan sampah berubah menjadi krisis lingkungan yang lebih serius.
“Kita harus bergerak sebelum situasi meledak. Pengurangan dari sumber dan perubahan perilaku menjadi kunci,” ujarnya.
Pemkot Bekasi akan mempercepat konsolidasi lintas perangkat daerah untuk memastikan setiap sektor memiliki tanggung jawab jelas dalam pengelolaan sampah. Sekolah, perkantoran, hingga lingkungan permukiman akan menjadi titik fokus gerakan disiplin memilah dan mengurangi sampah sejak awal.
Selain itu, optimalisasi bank sampah dan inovasi pengolahan berbasis teknologi akan diperkuat untuk menekan volume yang masuk ke TPA. Pemerintah menilai, tanpa transformasi menyeluruh, beban lingkungan akan terus bertambah dan berdampak pada kesehatan serta tata kota.
Momentum Hari Peduli Sampah Nasional 2026 dijadikan pijakan memperkuat gerakan kolektif. Bekasi menargetkan perubahan sistem yang terukur sebelum 2028, agar pengelolaan sampah lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Pesan yang ditegaskan: darurat sampah bukan isu musiman. Ini adalah tantangan nyata yang harus dijawab dengan tindakan cepat dan konsisten.
Jurnalis: Romo Kefas
