Jakarta – Sidang gugatan citizen lawsuit terkait hilangnya Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, Iptu Tomi Marbun, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis, 26 Maret 2026, tidak lagi sekadar forum hukum.
Persidangan ini kini berkembang menjadi panggung pengujian kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Bukan Sekadar Sidang, Tapi Sorotan Publik
Sejak kasus ini bergulir, perhatian publik terus meningkat. Hilangnya seorang aparat negara dalam tugas telah memicu pertanyaan luas tentang transparansi dan akuntabilitas.
Sidang yang digelar di PN Jakarta Pusat menjadi ruang terbuka yang kini diawasi, tidak hanya oleh keluarga, tetapi juga oleh masyarakat luas.
Ketika Proses Hukum Dinilai Belum Menjawab
Dalam persidangan 26 Maret 2026, proses yang berjalan dinilai belum mampu memberikan jawaban atas substansi utama perkara.
Ketidakhadiran sejumlah pihak membuat sidang kembali ditunda dan dijadwalkan ulang pada 2 April 2026.
Kondisi ini memperkuat persepsi bahwa proses hukum masih berada pada tahap awal, sementara kebutuhan akan kepastian semakin mendesak.
Desakan Transparansi Menguat
Tim kuasa hukum keluarga menegaskan pentingnya keterbukaan dalam penanganan kasus ini.
Mereka mendesak pembentukan tim pencari fakta independen yang melibatkan berbagai lembaga, guna memastikan bahwa proses investigasi berjalan objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, dorongan untuk melakukan penelusuran langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga menjadi bagian dari upaya menguji fakta secara nyata.
Perbedaan Keterangan Jadi Ujian Kredibilitas
Perbedaan informasi yang muncul dari berbagai pihak menjadi sorotan dalam persidangan.
Hal ini tidak hanya berdampak pada proses hukum, tetapi juga pada tingkat kepercayaan publik terhadap informasi yang disampaikan.
Fakta yang Belum Utuh, Publik Menilai
Ditemukannya barang-barang milik korban tanpa kejelasan keberadaan korban menambah kompleksitas kasus.
Publik kini tidak hanya menunggu hasil, tetapi juga mulai menilai bagaimana proses ini dijalankan.
Ketum SPASI: Kepercayaan Dibangun dari Keterbukaan
Ketua Umum SPASI, Jelani Christo, SH, MH, menegaskan bahwa kepercayaan publik tidak datang dengan sendirinya.
Menurutnya, transparansi dan keberanian mengungkap fakta menjadi kunci dalam menjaga integritas institusi.
2 April Jadi Momentum Penting
Sidang lanjutan pada 2 April 2026 kini dipandang sebagai momentum penting.
Publik menunggu apakah persidangan akan mulai menghadirkan kejelasan atau kembali berjalan tanpa perkembangan signifikan.
Ketika Pengadilan Jadi Cermin Sistem
Kasus ini kini tidak hanya berbicara tentang hilangnya satu individu.
Lebih dari itu, persidangan di PN Jakarta Pusat telah menjadi cermin bagaimana sebuah sistem bekerja di bawah sorotan publik.
Dan dari sanalah, kepercayaan akan dibentuk—atau dipertanyakan.
Jurnalis: Romo Kefas
Narasumber: Jelani Christo, SH, MH (Ketua Umum SPASI)
