Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Tuai Reaksi, Romo Kefas: Negara Harus Hadir Lindungi Pembela Keadilan
Jakarta — Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, terus menuai reaksi dari berbagai kalangan masyarakat sipil. Peristiwa yang terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat itu dinilai sebagai insiden serius yang harus segera diungkap secara transparan oleh aparat penegak hukum.
Andrie Yunus dilaporkan menjadi korban serangan oleh orang tak dikenal setelah mengikuti kegiatan rekaman podcast di kawasan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Saat hendak meninggalkan lokasi dengan sepeda motor, korban diduga dipepet oleh dua pelaku yang kemudian menyiramkan cairan kimia berbahaya ke arah tubuhnya.
Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar pada beberapa bagian tubuh, terutama pada wajah, dada, serta kedua tangan. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Menanggapi peristiwa tersebut, Koordinator LSM Gerakan Rakyat untuk Keadilan (GERAK), Kefas Hervin Devananda yang dikenal dengan sapaan Romo Kefas, menyampaikan keprihatinan mendalam atas tindakan kekerasan tersebut.
Saat dihubungi melalui saluran WhatsApp pada Jumat malam, 13 Maret 2026, Romo Kefas menegaskan bahwa tindakan penyiraman air keras terhadap seorang aktivis yang aktif dalam isu hukum dan hak asasi manusia tidak boleh dipandang sebagai peristiwa biasa.
“Peristiwa ini harus menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum. Kekerasan terhadap mereka yang menyuarakan keadilan tidak boleh dibiarkan berulang tanpa pengungkapan yang jelas,” ujar Romo Kefas.
Menurutnya, negara memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa setiap warga negara dapat menjalankan peran sosialnya tanpa rasa takut terhadap ancaman kekerasan.
Ia juga menilai bahwa penanganan kasus ini harus dilakukan secara cepat dan terbuka agar publik dapat melihat komitmen nyata dari aparat dalam menegakkan hukum.
“Proses penyelidikan harus berjalan transparan dan menyeluruh. Jika ada pihak lain yang terlibat di balik peristiwa ini, maka semuanya harus diungkap secara terang,” katanya.
Romo Kefas juga mengingatkan bahwa kehidupan demokrasi membutuhkan ruang aman bagi masyarakat sipil untuk menyampaikan pandangan serta melakukan fungsi kontrol terhadap berbagai persoalan publik.
Sementara itu, Kepolisian Daerah Metro Jaya menyatakan masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Informasi awal menyebutkan adanya dua orang yang diduga sebagai pelaku dan terekam oleh kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik luas. Banyak pihak berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut sehingga keadilan bagi korban dapat ditegakkan dan rasa aman masyarakat tetap terjaga.
APM
Editor: Tim
